Emangnya Tuhan itu ada?

peralatan cukurDi sebuah pagi yang cerah, kicau burung tak dapat mengelak dari hangatnya mentari pagi. Di sudut kota, nampak seseorang sedang menyiapkan beberapa peralatannya untuk bekerja. Tiba-tiba masuklah seorang paruh baya yang sudah menjadi langganan tukang cukur itu sejak dulu.

“Potong seperti biasa ya bang..” pinta sang bapak.

Lalu tanpa berlama-lama, si tukang cukur pun langsung memenuhi permintaan pelanggannya agar tidak kecewa. Bapak itu merupakan pelanggan paling setianya dan ia harus melayani si bapak dengan sebaik mungkin.

“Gimana kabarnya pak?” tanya tukang cukur membuka pembicaraan.

dan selama proses mencukur itu mereka saling bercerita mengenai kegiatan mereka sehari-hari. Banyak hal-hal yang diceritakan tukang cukur kepada si bapak mengenai profesinya selama ini. Setelah itu, agak beberapa lama mereka berdua terdiam dan si bapak mendapatkan pertanyaan yang mengejutkan dari tukang cukur,

“Bapak percaya kalau Tuhan itu ada?”

si bapak kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu,

“tentu saja saya percaya, Tuhan itu pasti ada..!” jawabnya agak sedikit kesal.

“Kalau memang ada kenapa di dunia ini banyak sekali penderitaan, kemiskinan, dan kelaparan? Kenapa ada orang sakit?” tanya tukang cukur dengan penuh gairah.

“Seharusnya jika Tuhan itu benar-benar ada maka tidak mungkin ada penderitaan, kelaparan, tidak mungkin ada orang sakit, karena Tuhan itu Maha Penyayang, tidak mungkin Dia berlaku tidak adil kepada hamba-Nya..” papar tukang cukur panjang lebar.

Si bapak hanya diam saja, dia tidak ingin memulai perdebatan dengan tukang cukur langganannya itu. Ia hanya mendengarkan tukang cukur bicara panjang lebar sambil sedikit-sedikit menganggukkan kepala.

Setelah cukur selesai, si bapak langsung membayar dan pergi keluar. Tak jauh dari tempat ia cukur, berpapasanlah ia dengan seseorang berpenampilan menyeramkan. Rambutnya gondrong awut-awutan, mukanya dipenuhi brewok. Terlihat sangat berantakan. Seketika itu si bapak berbalik arah dan kembali menemui tukang cukur.

“Sekarang aku katakan padamu bahwa tukang cukur itu sebenarnya tidak ada!” tegas si bapak.

“hah? mengapa kamu mengatakan demikian? saya ini tukang cukur!” kata tukang cukur agak sedikit keras.

“Tidak, tukang cukur itu tidak ada..”

“Bagaimana mungkin, beberapa waktu yang lalu saya mencukur rambut bapak, berarti tukang cukur itu ada!” bantah tukang cukur sedikit emosi.

“Kalu tukang cukur itu ada, kenapa masih ada orang yang rambutnya gondrong tak beraturan, dan mukanya dipenuhi brewok???” tanya si bapak

“Jelas saja, mereka tidak datang padaku! makanya rambut dan muka mereka seperti itu!!”

“Lalu bagaimana dengan Tuhan?” tanya si bapak.

“Maksud kamu apa?” tukang cukur balik bertanya.

“ya, tadi kamu bilang kalau Tuhan itu ada, maka kenapa ada penderitaan dan kelaparan di dunia ini.. ”

“Itu karena mereka tidak pernah datang kepada Tuhan! mereka tidak pernah mau mencari Tuhan untuk sekedar bertegur sapa dalam doa.. sama seperti orang brewok yang saya temui tadi, dia tidak mau datang kepada kamu untuk mencukur rambutnya yang berantakan, ia membiarkannya seperti itu sampai ia terlihat begitu ¬†menakutkannya!”

pernyataan si bapak membuat tukang cukur terdiam dan mulai meyakini bahwa Tuhan itu ada.. sekarang tergantung kepada hamba-Nya, apakah ia mau mencari Tuhannya dan mengakrabkan diri dengan-Nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: