Jeda

Hidup ini layaknya rangkaian kata
butuh jeda

tanpa jeda
akan terasa membosankan rapinya deretan kata
seperti tentara yang hidup hanya untuk berjaga

tanpa jeda
untaian kata mutiara takkan lebih bermakna
seperti para ustad yang hanya berbicara tanpa realita

tanpa jeda
balutan syair dalam puisi terasa hampa
seperti pujangga yang bercerita tentang aksioma

tanpa jeda
lantangnya bahasa pidato takkan berpengaruh apa-apa
seperti para diktator ketika berbicara kehangatan keluarga

tanpa jeda
takkan ada cinta
karena cinta tumbuh ketika ada jeda diantara kita

Posted in Poetry. Tags: , . Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: