“Mengapa kakak menamparku?”

1 pertanyaan 3 jawabanAnak kecil itu tengah menghampiri kakaknya yang sedang santai membaca.

“kakak…” sapa anak itu dengan manja.

“ada apa dik?” jawab sang kakak sambil menutup buku yang sedang ia baca.

“hmm.. ini kak, aku punya 3 buah pertanyaan, namun setiap orang yang aku tanya pasti mereka kesulitan untuk menjawabnya. Bisakah kakak menjawab pertanyaanku yang sudah lama membuatku bingung..”

Sang kakak menatap mata adiknya dalam-dalam, “kakak akan berusaha menjawabnya..”

Dengan senyum penuh harap si anak langsung menyodorkan 3 buah pertanyaan,,

“pertanyaanku yang pertama gini kak, Coba kakak tunjukan wujud Tuhan kalau memang Tuhan itu benar-benar ada..?”

“pertanyaan yang kedua, mmm… Takdir itu apa kak?”

“dan pertanyaanku yang terakhir, Kan setan terbuat dari api kak, kenapa pas di akhirat dia dimasukkan ke neraka? kalau sama-sama api kan gak bakalan sakit kak? apa Tuhan gak kepikiran masalah ini ya??”

Mendengar tiga pertanyaan adiknya itu, sang kakak sejenak terdiam lalu tiba-tiba menampar pipi adiknya.

“aduh..! Kenapa kakak menampar aku? apa kakak marah padaku?” tanya sang adik terkejut.

“tidak, tamparan itu adalah jawaban atas 3 pertanyaanmu tadi..”

sang kakak melanjutkan,

“bagaimana rasanya setelah kakak menamparmu tadi?”

“sakit kak!” jawab si anak agak kesal.

“sekarang coba tunjukkan wujud dari rasa sakit itu?”

“tidak bisa kak, tapi aku merasakanya..” sanggah si anak.

“begitulah Tuhan, memang kita tak mampu melihat wujudnya, namun kita dapat merasakan keberadaan-Nya”

“lalu..” sang kakak melanjutkan, “apakah tadi malam kamu bermimpi akan ditampar kakak pagi ini?”

“tidak kak..”

“apakah pernah terpikirkan olehmu bahwa kakak akan menampar kamu?”

“tidak kak..”

“itulah yang dinamakan takdir.. “ kata sang kakak penuh iba melihat adiknya yang kesakitan.

“untuk menjawab pertanyaanmu yang terakhir kakak akan bertanya lagi padamu, terbuat dari apakah tangan kakakini?”

“dari kulit..”

“lalu bagaimana dengan pipimu, terbuat dari apa?”

“tentu saja sama kak, dari kulit juga..”

“mengapa kamu merasa sakit? sedangkan tangan kakak  dan pipi kamu terbuat dari bahan yang sama? Begitu pula dengan setan di neraka nanti, dia akan merasakan azab Allah yang pedih..”

anak kecil itu terdiam, sejenak merenungkan jawaban-jawaban cerdas dari sang kakak. Melihat itu, lantas sang kakak menasihatinya…

“begitulah.. terkadang pertanyaan yang jauh dari logika manusia hanya dapat dijawab menggunakan perumpamaan.. mudah-mudahan kamu bisa mengerti..”

One Response to ““Mengapa kakak menamparku?””


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: