Bayang-bayang diri

2 Juni 2008
22:20

Di dalam gelapnya malam
Aku sendiri menghitung mimpi
Ku hitung sampai harapanku buntung
Seolah nyata tak mampu menghadirkan asa

Malam ini terasa begitu dingin
Kupeluk kaki di sudut tempat tidur
Aku merasa sendiri, sepi

Terpaan angin malam terasa sangat menyakitkan
Bintang saja tertawa melihatku
Tawa yang sangat menjengkelkan
Bulan nampak tersenyum
Namun yang kurasa hanyalah kehinaan

Aku terpuruk dalam
Aku sedih tak beralasan
Kilau cahaya lampu jalan mengintip dibalik jendela
Membuatku makin takut
Ia menghadirkan sesosok bayangan hitam
Bayangan yang hanya bisa diam

Hai bayangan!
Sampai kapan kau akan terus diam
Apakah tak ada yang bisa kau lakukan
Selain mengikuti aku yang tak bisa apa-apa
Tubuhmu hitam legam
Rupamu tak menggambarkan sesuatu
Hanya sebatas lekukan luar tubuhku

Lalu,
Untuk apa kau dicipatakan
Hai bayangan?
Jika kau tiada guna
Enyahlah dari diriku ini!
Kau hanya membuatku takut

Tapi aku tak mungkin menyuruhmu pergi
Kau adalah aku
Dan aku akan menjadi diriku
Kau akan selalu mengikutiku
Dan aku akan selalu mengikuti nuraniku

Pada akhirnya kau akan menjadi sahabatku
Sahabatku bayanganku

One Response to “Bayang-bayang diri”

  1. ari Says:

    ayang2 ku huuuuuuuuu
    jadi temanku huuuuuuuu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: