Puisi Soe Hok Gie (2)

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih selembut dahulu

memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan2 di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegap berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kaudekaplah lebih mesra, lebih dekat

apakah kau masih akan berkata
kudengar detak jantungmu

kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

hari pun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram
wajah2 yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: