Ketika Pagi

masih kudengar, suara denting air jatuh di sela-sela hati
mengalir, membasahi setiap bilik yang lama tak terusik

bangunkan aku,
terasa lelah jiwa ini untuk terus bermimpi
tanpa ada langkah yang kubuat agar ia mendekat

tapi pagi
selalu membuatku bersemangat

karena ku yakin
langit masih ingin memberiku hari
dan matahari
masih setia menanti di balik awan tinggi

Posted in Poetry. 3 Comments »

3 Responses to “Ketika Pagi”

  1. dhodie Says:

    Selalu kagum sama puisi-puisi Mas Hadyan *massss… hallllaaaah*

  2. cici silent Says:

    Subhanallah…. indah puisinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: