Terang

Bulan pecah, malaikat bertaburan. Akhirnya hari ini, oh tidak, malam ini tepatnya pukul 19:59, via Whatsapp, apa yang selama ini menyimpan misteri, yang sejauh ini dinanti-nanti, tiba-tiba mendadak jelas. Sejelas langit-langit ketika berbaring di atas kasur. Semuanya kini terang, meski sudah sangat usang. Betapa tidak, hampir setahun lamanya. Menunggu, dan terus menanti. Ada gengsi bermain di dalamnya. Ada sunyi yang melompat-lompat kegirangan. Ada harapan, tergeletak di ranjang. Megap-megap tapi masih hidup. Sekarang lampu dinyalakan, dan akhirnya harapan mati. Meski ia coba membangunkan. Percuma. Jika untuk mencintai yang lain. Hahahahahaha…

Surat Cinta via Tukang Becak

30 Oktober 2012

Kemarin dulu, aku tak sengaja melihat kau mengganti foto profil di facebook-mu. Waktu itu kau mengenakan baju bermotif bunga berwarna sama dengan pias wajahmu, merah muda. Aku suka mata itu. Aku suka senyum itu. Iya, seperti yang ada di fotomu. Tak banyak aku temui wanita dengan senyum memikat seperti itu. Saat itu juga aku berpikir dan mencari cara untuk bisa tahu lebih jauh tentangmu.

Jujur aku tak mengenalmu. Pun aku bingung, kenapa ada kau di dalam daftar teman facebook-ku. Lucunya, kita kuliah di universitas yang sama. Dan belakangan aku tahu, kau sudah mengenalku lebih dulu. Kau bilang sering melihatku mengobrol dengan temanmu, meski sebatas pertemuan singkat dan selewat. Sayangnya empat tahun kita kuliah aku sama sekali tak menyadari hal itu. Sungguh aku sesalkan.

Read the rest of this entry »