Menerima Kehidupan

Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.

(Harun Yahya)

Lebih Baik

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.”

(Khalifah ‘Umar)

Kata Mutiara Seorang Genius

Albert Einstein


Saya tidak memiliki bakat tertentu. Saya hanya ingin tahu.

Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.

Seseorang memulai untuk hidup ketika ia dapat hidup diluar dirinya.

Hanya ada dua hal yang tidak terbatas, alam semesta dan kebodohan. Dan saya tidak yakin tentang alam semesta.

Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang luar biasa seandainya seseorang tidak harus menghabiskan hidupnya terhadap hal tersebut.

Ada dua cara untuk memahami kehidupan. Cara pertama dengan menyadari bahwa tidak ada hal yang mukjizat. Yang kedua menyadari bahwa semua hal adalah mukjizat.

Adalah mungkin untuk menjelaskan segala sesuatu secara ilmiah, tetapi itu membuatnya tanpa rasa; itu membuatnya tanpa arti, seperti jika anda menjelaskan Simfony Beethoven sebagai variasi dari tekanan udara.

Pelepasan tenaga atom telah merubah segalanya kecuali cara kita berpikir… pemecahan untuk masalah ini tergantung kepada hati nurani umat manusia. Jika saya mengetahuinya, lebih baik saya menjadi pembuat jam tangan.

Ketika saya tidak mempunyai persoalan khusus yang harus dipecahkan oleh pikiran saya, saya sering mengumpulkan dan menyusun kembali bukti-bukti dari teorema matematika dan fisika yang telah lama saya kenal. Tidak ada maksud dan tujuan lain; itu semua hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir.

semestinya kamu..

Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau
bagaimana kau tiba disini.

Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri ditengah api
bersamaku dan tak mundur teratur.

Aku tidak tertarik dimana atau dengan siapa kau belajar.

Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam,
saat segala hal berjatuhan.

Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu,
dan apakah kau benar-benar menyukai temanmu di saat-saat hampa

Jean Houston- A Passion for The Possible

Cinta itu nyata

Kalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
namun jika cinta kudatangi
aku jadi malu pada keteranganku sendiri

Meskipun lidahku telah mampu menguraikan
namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya

kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta

dalam menguraikan cinta akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur

cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan tercinta

Habiburrahman El Shirazy- Ketika Cinta Bertasbih

Posted in Quote. Tags: , , . 1 Comment »

Petuah Cinta

 

“Jika berjumpa dengan Zakiah, tak perlulah banyak kata, Boi, tak perlu banyak lagak, tak perlu bawa bunga segala. Cukup kau tunjukkan raut muka bahwa kau bersedia menyuapinya nanti jika ia sakit, bersedia menggendongnya ke kamar mandi jika ia sudah renta tak mampu berjalan. Bahwa, kau, dengan segenap hatimu, bersedia tetap berada di situ, tak kemana-mana,  di sampingnya, selalu, selama empat puluh tahun sekalipun ….”

 

Andrea Hirata dalam Maryamah Karpov

Posted in Quote. Tags: , , . 2 Comments »

antara derita dan bahagia

sspt

Apabila engkau sedang bergembira

mengacalah dalam-dalam ke lubuk hati

disanalah nanti engkau dapati

bahwa hanya yang pernah membuat derita

berkemampuan memberimu bahagia

Apabila engkau berduka cita

mengacalah lagi ke lubuk hati

disanalah pula engkau bakan menemui

bahwa sesungguhnya engkau sedang menangisi

sesuatu yang pernah engkau syukuri

Kahlil Gibran