Terang

Bulan pecah, malaikat bertaburan. Akhirnya hari ini, oh tidak, malam ini tepatnya pukul 19:59, via Whatsapp, apa yang selama ini menyimpan misteri, yang sejauh ini dinanti-nanti, tiba-tiba mendadak jelas. Sejelas langit-langit ketika berbaring di atas kasur. Semuanya kini terang, meski sudah sangat usang. Betapa tidak, hampir setahun lamanya. Menunggu, dan terus menanti. Ada gengsi bermain di dalamnya. Ada sunyi yang melompat-lompat kegirangan. Ada harapan, tergeletak di ranjang. Megap-megap tapi masih hidup. Sekarang lampu dinyalakan, dan akhirnya harapan mati. Meski ia coba membangunkan. Percuma. Jika untuk mencintai yang lain. Hahahahahaha…

untuk kalian dan mu

maaf jika akhir-akhir ini aku terkesan agak cuek dan sedikit sombong
bukan karena aku marah kepadamu
bukan
bukan pula karena aku sudah tak peduli padamu
bukan sama sekali

Agaknya setiap orang pernah mengalami saat-saat dimana ia sangat membutuhkan sendiri
sebuah keadaan dimana hanya ada aku dan diriku
tidak yang lain

Jangan pula kamu menuduhku seorang yang hipokrit
karena dalam sendiriku, kamu tetap ada
tetap menjadi bagian yang membuatku terkesan

Read the rest of this entry »

Malaikat Pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan.

Maka, ia bertanya kepada Tuhan,”Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi akau takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakan nanti yang akan melindungiku disana?”.
Tuhanpun menjawab,”Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.

Si kecil bertanya lagi,”Tapi disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.
Tuhanpun menjawab,”Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.

Namun si kecil bertanya lagi,”Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”
Tuhanpun menjawab,”Malaikatmu itu, akan membisikkanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.”

Si kecil bertanya lagi,”Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara pada Mu, Ya Tuhan?”
Tuhanpun kembali menjawab,”Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdo’a.”

Lagi-lagi, si kecil menyelidik,”Namunm aku mendengar, disana, ada banyak orang jahat, siapakan nanti yang akan melindungiku?”
Tuhanpun menjawab,”Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”

Namun, si kecil kini malah sedih,”Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi!”
Tuhan menjawab lagi,”Malaikatmu, akan mengajarkan keagungan-Kum, dan dia akan mendidikmu, bagaimana selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada di sisimu.”

Hening…

Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.”Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku…”
Tuhanpun kembali menjawab,”Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan; Ibu…”

 

ibu